AnchorLiga Musim 2008

AnchorLiga Musim 2008
Akhirnya, AnchorLiga memasuki musim 2008, dan untuk pertama kalnya, maka Kami, anggota BC, akan mengikuti dan membuat AnchorLiga semenjak awal musim. Tentu saja ini sebuah pekerjaan yang, Kami yakin, pasti akan berat dan memakan waktu, namun inilah persembahan kami untuk AnchorLiga.Selain itu, yang berbeda dari musim lalu adalah bahwa musim ini, AnchorLiga akan menggunakan format liga penuh, setelah musim lalu menggunakan sistem play-off kandang tandang. Dengan format ini, diharapkan semua tim bisa saling berjumpa dan mengukur kehebatan masing-masing atas tim lainnya. Inilah hal yang ditunggu-tunggu oleh, baik para tifosi fanatik klub, maupun para pengamat AnchorLiga.

Musim Baru, Kekuatan Baru

Seperti biasanya, AnchorLiga selalu memunculkan pertempuran terbaik antara news station-news station yang kali ini dibuat dalam format liga sepakbola. Namun, musim baru ini berasa amat spesial bagi kami. Mengapa? Karena dalam perkiraan kami, pertarungan antar tim di musim ini bakal lebih menarik. Apabila pada AnchorLiga musim 2007 kekuatan lebih didominasi oleh “The Big Four”, yaitu MetroTV, RCTI, SCTV, dan TransTV, maka pada tahun ini, peta kekuatan bakal lebih berimbang, yaitu dengan munculnya kuda hitam baru yang bernama TV-One (d/h Lativi). Dilihat dari berbagai segi, sepertinya TV-One ini memiliki potensi kuat untuk merusak kemapanan “The Big Four”. Ini ditambah lagi dengan Calciomercato yang terjadi antara semua tim, yang membuat bahkan di antara “The Big Four” sendiri pun kini kekuatan masing-masing sudah sulit untuk diraba, sehingga membuat peta persaingan untuk musim 2008 begitu menarik untuk disimak.


TV-One, tim yang diramalkan bakal mengusik kenyamanan “The Big Four”
The Big FourDari semua The Big Four, MetroTV masih memiliki kekuatan yang cukup memadai. Ini tidak lepas dari kualitas dan kuantitas pemain yang dimiliki oleh MetroTV yang hingga saat ini pun masih cocok untuk disebut sebagai tim favorit. Namun, bukan berarti di musim baru ini, langkah MetroTV bakal semulus ketika musim 2007 lalu.
Adalah bakal absennya striker utama MetroTV, Najwa Shihab, serta keluarnya sang kapten Rahma Sarita yang berpotensi bakal mengganggu. Ketajaman Najwa Shihab sebagai capocanoniere AnchorLiga musim lalu terbukti menyumbangkan peran yang amat vital bagi perjalanan MetroTV hingga ke final. Terbukti, bahwa MetroTV baru bisa dikalahkan oleh SCTV setelah Najwa Shihab ditarik keluar dalam pertandingan final. Bakal absennya striker yang biasa dipanggil Nana ini juga menimbulkan pertanyaan, bakal seperti apakah kekuatan lini depan MetroTV nantinya? Memang masih ada Elvita Khairani, Sumi Yang, dan pemain anyar, Tascha Liudmila, serta kemungkinan Meutya Hafid bisa kembali menempati posisi penyerang utama, namun tetap saja absennya Nana diperkirakan bakal sangat mengganggu produktivitas gol MetroTV.

Musim ini tanpa Najwa Shihab, Ketajaman MetroTV sedikit diragukan
Perpindahan kapten Rahma Sarita ke TV-One juga merupakan satu hal yang cukup mengejutkan bagi para tifosi MetroTV. Rahma Sarita yang selama ini dikenal sebagai ikon di lini belakang MetroTV hengkang karena ingin mencari tantangan baru di TV-One, meskipun oleh beberapa media, ditengarai bahwa penyebab hengkangnya Rahma mungkin setelah dia gagal mengeksekusi penalti saat terjadi adu penalti di final melawan SCTV. Menjadi pertanyaan pula bagaimana keadaan lini belakang MetroTV tanpa Rahma, ini menarik, karena setelah Rahma Sarita pindah, MetroTV tidak mengambil difensore baru.“Saya kira kami tidak perlu mencari pengganti untuk Rahma (Sarita),” kata pelatih Andy F. Noya, “pemain semacam Virgie (Baker), Fifi (Aleyda Yahya), dan Lucia (Saharui) saya kira sudah lebih dari cukup untuk menutupi lini belakang kami,”

Rahma Sarita mencari tantangan baru..
Selain MetroTV, tim elite lain adalah SCTV. Juara AnchorLiga 2007 ini sedikit diragukan pasca keluarnya Linda Putri Mada dan Inka Prawirasasra. Namun tampaknya pelatih Rosiana Silalahi tidak begitu ambil pusing dengan keadaan ini.“Ciri permainan kami adalah permainan kolektif, dan kami tidak tergantung pada satu atau dua pemain,” kata Rosiana Silalahi, “selama ini pemain sudah amat memahami sistem permainan kami, sehingga saya yakin tidak bakal ada masalah, meski kami kehilangan Linda (Putri Mada),”

Memang, selama ini SCTV amat terkenal dengan sistem permainan kolektifnya, dan lewat kerjasama yang rancak dan apik antara para pemainnya, mereka bisa mengalahkan MetroTV di final 2007, yang notabene memiliki skuad yang lebih mentereng.


Juanita Wiratmaja, salah satu bintang SCTV di final 2007
Di RCTI, keadaan tidak begitu banyak berubah. Pelatih Arief Suditomo tampaknya masih akan tetap mengandalkan muka-muka lama dari musim lalu. Tahun lalu RCTI membuat kejutan dengan menarik dua pemain bintang, Chantal della Concetta dan Isyana Bagoes Oka. Namun tampaknya RCTI musim ini tidak terlalu bersemangat untuk ikut meramaikan Calciomercato.“Saya percaya skuad ini tidak perlu penambahan pemain,” kata Arief Suditomo, “meskipun musim lalu kami dikalahkan oleh MetroTV di semifinal, tapi kami yakin musim ini akan berbeda. Kami akan memberikan kebebasan lebih kepada Chantal (della Concetta) untuk mengembangkan permainan, dan tim kami pun semakin solid,”

Chantal della Concetta, musim ini diharapkan lebih berperan besar
Tanpa perubahan bisa menjadi sebuah bumerang, karena tim lain pastinya sudah bisa membaca permainan RCTI. Bagi seorang Arief Suditomo, yang disebut-sebut setara dengan Rafael Benitez, tentu ini adalah sebuah pertaruhan yang amat besar. Namun optimisme sudah membubung tinggi di skuad RCTI.

Ira Syarif: “Optimisme tetap tinggi di tim kami…”
“Kami memang tidak setenar tim lain semacam Metro, selain itu langkah kami juga terhenti oleh mereka di semifinal lalu,” kata bek sayap Ira Syarif, “namun kami pastikan bahwa musim ini, kami adalah tim yang berbeda; saya tidak melihat adanya kelemahan dalam tim kami,”Di antara tim “The Big Four”, TransTV tampaknya tengah mengalami kemelut pasca cuci gudang besar-besaran para pemain bintangnya yang musim lalu turut berjasa mengantar TransTV hingga ke semifinal AnchorLiga sebelum dikalahkan oleh SCTV. Tidak kurang dari pemain macam Hanum Rais, Ratna Dumila, Githa Nafeeza, dan Noni Wibisono sudah tidak lagi berada di tim utama. Sebagai gantinya, tim TransTV akan memakai para pemain-pemain muda mereka sebagai andalan untuk musim ini.

“Para pemain muda di TransTV saya yakin sudah cukup mampu untuk mengisi skuad utama,” kata Gatot Triyanto, pelatih TransTV.


Githa Nafeeza, musim depan sudah tidak memperkuat TransTV lagi
Krisis internal, terutama masalah gaji, ditengarai menjadi penyebab hengkangnya para pemain bintang TransTV, namun hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari klub. Pihak petinggi klub nampaknya berusaha menutupi hal ini rapat-rapat dari media.“Tidak ada krisis,” kata pemain tengah Woro Windrati, “tim ini memang selalu konsisten dengan kebijakan pemain muda, dan tahun ini kami mendapat kehormatan untuk membimbing mereka menjadi pemain yang disegani,”

Pendapat hampir senada juga diberikan oleh kapten mereka, Daisy Weku.

“Tahun lalu saya bekerjasama dengan Ratna Dumila, dan Ratna mencatatkan prestasi yang amat fenomenal di TransTV; tahun ini saya berharap bisa melakukannya lagi dengan tandem saya yang baru, Novieta Putri,” kata Daisy Weku, “TransTV selalu memiliki pemain-pemain muda yang cukup potensial, dan saya amat bangga bisa menjadi bagian dari tim ini…memang tugas pemain senior seperti kamilah untuk membimbing mereka sehingga menjadi pemain yang bagus,”


Daisy Weku: “Kami harus menjadi mentor bagi para pemain muda”
Para Kuda Hitam
Terdepan di dalam jajaran kuda hitam pastilah TV-One, terutama setelah belanja fenomenal mereka dalam Calciomercato musim ini, termasuk di antaranya mendatangkan mantan pelatih SCTV dan ANTV, Karni Ilyas. Datang bersama KI, panggilan akrab Karni Ilyas, adalah Rahma Sarita dari MetroTV, Ratna Dumila dari TransTV, dan duet Grace Natalie-Indy Rahmawati dari ANTV. Ditambah dengan pemain-pemain lama, TV-One pun menjelma menjadi sebuah kekuatan baru yang diharapkan bakal merusak tatanan “The Big Four” di AnchorLiga.

Karni Ilyas: “Ambisi kami adalah menjadi yang terbaik di AnchorLiga”
“Ambisi kami adalah menjadi yang terbaik di AnchorLiga, dan musim ini kami memiliki kekuatan yang cukup untuk itu,” kata Karni Ilyas.
Dilihat dari skuad yang ada, TV-One memang cukup menjanjikan, bahkan beberapa pengamat menilai skuad utama TV-One sudah cukup untuk menghadapi MetroTV secara langsung. Namun masih harus dibuktikan bagaimana kiprah skuad mentereng tim TV-One ini dalam mengarungi perjalanan AnchorLiga kelak.
Tim kuda hitam lain yang cukup menyita perhatian adalah tim MetroTV Reporter FC. Tim ini dibentuk oleh Surya Paloh sebagai “pendamping” tim MetroTV NaFC. Tapi pelatih Ussy Karundeng tidak mau timnya dianggap sebagai “team-order” dari MetroTV.
“Kami memiliki kualitas yang tidak kalah dari tim induk!” kata Ussy Karundeng dengan berapi-api, “kami akan buktikan bahwa tim kami bukanlah sekedar ‘bemper’ dari tim induk,”
Memang awak tim yang terdiri dari para reporter MetroTV ini sudah cukup layak untuk berlaga di AnchorLiga. Bagi para pemainnya, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka pun bisa berprestasi sebagaimana tim induk mereka.
“Kita buktikan,” kata kapten Lucky Savitri dengan nada penuh optimisme, “siapa di antara dua tim Metro yang lebih kuat,”

Lucky Savitri: “Tim kami bukan bayang-bayang Tim Induk…”
Optimisme tim lain
Di luar semuanya, masih ada tim-tim lain yang juga mengikuti AnchorLiga musim ini. ANTV, yang baru saja ditinggal dua pilarnya, juga pelatih Karni Ilyas, tampaknya menanggapi bergulirnya AnchorLiga musim ini dengan cukup santai.“Kami masih harus beradaptasi kembali dengan skuad baru,” kata H. Azkarmin Zaini pelatih tim ANTV sekarang, “target bertahan di AnchorLiga saya kira saat ini adalah yang paling realistis bagi kami,”

Tim ANTV, harus beradaptasi dengan skuad yang baru…
Sementara itu, tim Trans|7 juga tidak terlalu memasang target muluk-muluk dalam musim kompetisi baru ini.“Jujur, semua lawan saya pandang tidak ada yang mudah,” kata Titin Rosmasari; pelatih, “kami coba berharap untuk bisa memperbaiki rekor kami musim lalu, sekaligus mencoba untuk membalikkan keadaan dalam derby di TransCorp,”

Musim lalu memang Trans|7 dua kali kalah dari TransTV dalam derby; tampaknya penurunan kekuatan TransTV musim ini sedikit menerbitkan harapan di benak Titin Rosmasari. Tim lain adalah GlobalTV, yang musim ini berpisah dari TPI setelah musim lalu mengusung nama MNC All-Stars. Sebagai tim anyar, Global tampaknya tidak begitu memikirkan perolehan musim ini. Apalagi saat ini status keikutsertaan mereka dalam AnchorLiga belum jelas akibat jumlah pemain belum cukup.

“Saya pikir tim Global harus mengikuti AnchorLiga,” kata kapten tim Virgianty Kusumah, “karena amat sayang sekali dengan talenta yang kami miliki sekarang; meskipun tentu saja untuk musim kompetisi kali ini kami harus realistis dengan target,”


Virgianty Kusumah: “Dengan semua talenta yang kami miliki, rasanya agak sayang kalau nanti akhirnya GlobalTV batal ikut AnchorLiga”
Sekarang dadu telah digulirkan, siapakah yang akan berjaya dalam musim kompetisi AnchorLiga tahun ini? Saatnya untuk dibuktikan!
Untuk lebih lengkapnya, nantikan anchorliga persembahan The Brethren Court di blog khusus Anchor Liga
Iklan

7 pemikiran pada “AnchorLiga Musim 2008

  1. Ping balik: Presenter Berita Televisi « Budayawan Muda

  2. Wah nggak hafal, kalo nggak salah sih Aviani Malik. Lha wong liga-nya aja kayaknya nggak jadi dibuat sekarang udah 2009(banyak hambatannya sih)

    Oya kalo Githa semasa di Trans tv pada anchorliga 2007 jadi AM(C).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s