Meutya Hafid Menjadi Caleg
Ditulis oleh Janissary di/pada Oktober 9, 2008
Meutya Hafid akhirnya mundur dari Metro TV untuk kemudian menjadi Calon Anggota Legislatif daerah pemilihan Sumatera Utara dari Partai Golkar. BC ganks ada yang menyesalkan keputusan Mut yang cukup mengejutkan ini. Namun, mereka tetap menghormati langkah mbak Mut untuk terjun di dunia politik.


Salah seorang anggota BC melihat spanduk ucapan Idul Fitri dari Meutya sudah dipasang di berbagai sudut jalan kota Medan.

Mut tampil terakhir kali sebagai presenter pada acara Ramadhan Metro, Berbagi Cahaya. Kemudian tampil sebagai narasumber dalam acara Today’s Dialogue yang dipandu Kania Sutisnawinata.



Seluruh anggota BC berharap, semoga sukses buat mbak Meutya Hafid jika terpilih jadi anggota legislatif nanti serta bisa mengemban dengan baik amanah rakyat yang diwakilinya.



crusadermon berkata
dia tukang interogasi yg hebat
Audi berkata
Mudah2an gak dimanfaatin oleh Golkar…. kudu bisa memanfaatkan balik.
sahatmrt berkata
yah… semoga muetya sukses
Reds & Black berkata
yang membawakan quick count besok siapa yah?
Laskar Pelangi berkata
biasanya Eva Julianti…
Angga :) berkata
SEMANGAT JADI ANGGOTA DPR! halah halah.. kapan ya PELAJAR jadi anggota DPR? padahal kita kan pinter-pinter (boong).. hehehehe
Diez-Zha berkata
Saya berharap semoga Mutia bisa sukses menjadi anggota legislatif Sumatera Utara. Soalnya Diez-Zha melihat bahwa Mutia adalah anchor yang cerdas dan cocok menjadi caleg.
FaNZ berkata
hebat tuh!
wongsemarang berkata
Kita doakan agar Meutya Hafid yang telah sukses di Metro TV juga akan sukses menjadi anggota legislatif.
dobelden berkata
Klo dia gak mo join di golkar bisa di pecat oleh sang bos
fans anchor berkata
good luck mut!
aRuL berkata
saya rasa dia memiliki kapabilitas tinggi, tinggal bagaimana dia biasa memberikan perubahan pada wajah2 anggota DPR kita nantinya.
Pro Grosir Pekalongan berkata
Kalo jadi anggota DPR pasti ingin berkunjung lagi ke Irak, nostalgia sambil serap aspirasi TKW di sana.
adrianPriambudi » Blog Archive » Meretas Mimpi berkata
[...] Bukankah mimpi adalah inti dari tetralogi terlaris itu? Bangsa Indonesia pun saat ini baru saja kehilangan seorang moderator talkshow terhebat yang pernah dimiliki untuk sebuah mimpi? [...]
fredy kastama berkata
kenapa ketulusan seorang jurnalis harus berakhir di senayan. bagi saya karya seorang jurnalis adalah sama seperti yang dihasilkan seorang cendikia dan emuda, yakni batu tapal perjuangan dan sejarah, karena yang dibela adalah kebenaran dan amanah. bukan kekuasaan maupun keinginan berkuasa
supratman berkata
saya dukung terus buat mba mut smoga sukses.
Novi Chikel berkata
Waduh komen Fredy Kastama mengena tuh… Bs jadi renungan juga ^^